Senin, 29 Februari 2016

Kabisat

yah hari ini emang tanggal kabisat, 4 tahun sekali sih
sekian terima gaji

Jumat, 18 April 2014

Mengejar Cinta Beby

    Cahaya matahari yang masuk ke kamarku seketika menyilaukan mata dan membangunkanku dari tidur . Tak terasa sudah pukul 7.30 dan aku telat untuk berangkat sekolah. Dengan terburu – buru aku segera bersiap untuk ke sekolah tanpa makan terlebih dahulu. Aku segera berangkat menuju sekolah , karena takut gerbang sekolah sudah ditutup . 
    Sesampainya di sekolah , aku lari tergesa – gesa tanpa melihat kanan dan kiri . Untunglah gerbang sekolah belum ditutup , aku masih bisa masuk dengan leluasa . Tanpa pikir panjang lagi aku segera masuk , hingga lewatlah seseorang berponi dengan rambut panjang menyapaku , namanya beby. Kebetulan dia teman satu reguku ketika masa orientasi sekolah . Aku sedikit terbang melihat senyumannya yang manis itu , membuat aku lupa sejenak akan semua masalahku . Stop ! aku tersadar , tanpa basa basi lagi aku berlari menuju kelas .
    Seperti biasa , setiap pelajaran yang ada di kelasku, pikiranku tak pernah fokus . Dikepalaku hanya ada satu nama, “Beby”. nama itu terus berputar dipikiranku , senyumannya , wajahnya , selalu terbayang bayang di benakku . Terkadang aku pun berkhayal “seandainya saja aku kekasihnya beby , mungkin hidupku gak akan se-rumit sekarang, semua terlihat mudah karena ada yang selalu menyemangati.” Pikirku sambil tersenyum. 
    Jam istirahat telah tiba , agendaku setiap istirahat yaitu harus bertemu dengan beby . Seperti biasa aku menuju kelasnya untuk mengajak beby ke kantin , sekedar untuk beli makan berdua . “Beb , yuk ke kantin . udah laper nih yuk. “Ajakku . “Bentar ya , aku beresin buku dulu . Yuk kita ke kantin.” Jawab beby. Disepanjang perjalanan menuju kantin , tatapan mataku tak bisa teralihkan , selalu melihat beby , melihat dia tersenyum atas lawakanku membuat ku ingin terbang . Senyuman manisnya selalu menghiasi hari hari ku , aku sangat suka melihat dia belajar di kelasnya , dia selalu giat untuk belajar , maklum dia sangat ingin masuk ke jurusan ipa . Beda sekali denganku yang belajar dirumah saja sudah alhamdulillah. 
    Setelah membeli makan di kantin . aku selalu mengajak dia untuk makan berdua di depan kelas atau bareng dengan teman teman sekelasku yang juga temannya , ejekan dari teman teman sudah biasa aku dan beby terima , jadi kami biasa biasa saja .  Tetapi dibalik semua ini , ada hal yang mengganjal di pikiranku , aku selalu ingin menyatakan perasaanku yang sebenarnya , tetapi aku tak punya cukup keberanian , aku takut jika nanti setelah aku menembak beby dan di tolak, kita tak akan seperti ini lagi .  Intinya , aku tak mau kehilangan dia ! Aku tak mau melihat dia menangis di depanku , menangisi hal yang sepele buatku , jangan sampai ada laki laki yang menyakiti hatinya . Aku tak mau melihat senyuman manisnya berubah menjadi lautan air mata . AKU TAK INGIN MELIHAT BEBY SEDIH !
    Seperti biasa akupun selalu mengajak beby untuk pulang bersama , lebih tepatnya hanya jalan sampai depan gerbang , karena rumah kita yang berbeda arah , akupun tak bisa mengantarnya pulang , meskipun aku memaksa , beby selalu menolak untuk ku antar pulang , ia tak ingin merepotkanku . Sungguh perempuan yang sangat baik hati . Setelah sampai di gerbang , langkah kami pun terhenti oleh seorang teman sekelas beby yang membawa bunga mawar merah . Aku pun kaget , dan merasa tidak percaya , pikiran dan dugaan mulai bermunculan di kepalaku. “Apa yang bakal orang ini lakukan ? apa dia ingin menembak beby ?” . Firasatku pun benar , dihari itu , didepan mata kepalaku sendiri , teman sekelas beby menyatakan cintanya  . Tak di duga duga , beby pun menerimanya , selidik punya selidik ternyata laki laki itu adalah orang yang disukai beby selama ini . Aku hanya bisa kaku , tak bisa mengatakan sepatah dua patah katapun . “Aku gak percaya ini , apa aku mimpi ? aku ditembak oleh orang yang aku suka !” Teriak beby kepadaku . “Alhamdulillah ya , semoga kamu bisa bahagia sama dia” Jawabku dengan sinis. 
    Sesampainya dirumah , aku tidak bisa makan , dan merasa sangat hancur . Angan anganku selama ini hanya seperti butiran debu . Hilang ditiup begitu saja , lebih parahnya lagi , aku melihat itu dengan mata kepalaku sendiri . Aku kehilangan temanku , teman yang selalu memberika senyumannya kepadaku . Kini sudah dipastikan dia tidak akan bisa bersamaku terus , tidak ada senyuman manisnya di pagi hari yang selalu mengejekku ketika telat , tidak ada yang menemaniku ke kantin , tidak ada yang tertawa mendenger celotehanku setiap saat . Aku tak tau hal bodoh apa yang akan aku lakukan nanti ketika melihat beby dan  kekasihnya jalan berdua didepanku nanti. 
    Keesokan harinya, aku tatap sinar matahari yang masuk ke jendelaku dan bergumam, “seharusnya kamu nggak usah sinari duniaku lagi…” dengan wajah yang lesu dan badan yang lunglai, aku mengambil handuk dan segera mandi. dan hari ini untuk pertama kalinya, aku duduk dengan tenang saat sarapan. Ya, hari ini aku bisa sarapan. Setelah sarapan, jalanan yang biasa aku lewati saat ingin ke sekolah terasa seperti gurun tandus yang menyebarkan perasaan putus asa di tiap langkahku. Sendiri, aku sendiri, pikiranku sudah tidak sehat lagi. Terpikir oleh ku untuk menabrakkan diri, namun, “Ah….Emang ada yang peduli ?.” kataku.
    Gerbang sekolah terbuka lebar, seakan menyambutku dengan senyuman yang memberikan semangat. Tapi, bagiku tak ada senyuman yang sama dengan Beby, tidak juga malaikat. Kini, mataku melihat sekolah sebagai neraka yang akan menyiksaku secara perlahan dengan memperlihatkan beby dan “pacar barunya”. Cih, pacar. kenapa sekarang aku membenci kata itu? Pikiranku yang penuh tanya akhirnya berhasil membimbingku masuk ke dalam kelas, ke kursiku, dan menundukkan kepalaku. Pelajaran yang masuk ke kepalaku satu persatu terbakar dengan pengalamanku kemarin sore. Rasanya semua yang ada di dunia ini mulai menjauhi diriku.
    Jam istirahat tiba, aku yang sejak tadi lemas entah kenapa merasa semangat dan seketika beranjak dari kursi. “Ah, iya, harus ke kelas…” kuhentikan omonganku dan kupukul dahiku. “Ah, bodoh. Kenapa aku bisa lupa?” aku tersadar kalau apa yang kukerjakan saat istirahat, menghampiri beby di kelasnya, sudah menjadi kebiasaanku. Aku memberanikan diri ke kelasnya, hanya untuk melihat dia dan pacarnya duduk berdua. Dari obrolan mereka yg bisa aku dengar, pacarnya hanya menceritakan tentang dirinya saja. Beby yg memang gadis yang baik, hanya tersenyum mendengarkan dengan sabar. Aku sadar kalau senyumnya berbeda saat aku mengatakan hal-hal yang lucu saat mengobrol dengannya. Hehe, kau tidak akan bisa membuatnya tersenyum seperti yang aku lakukan, Bung. Aku merasa bangga. Tersirat di benakku untuk meninggalkan mereka dan berjalan ke kantin. Kenapa aku ingin kesini? Saat melihat jajanan yang selalu dibeli Beby, aku mulai paham. Aku berjalan kembali ke kelasnya dengan membawa 2 buah bungkusan siomay. Beby sekarang sudah sendiri. Pacarnya sudah tidak terlihat dimana-mana. Tapi itu tidak kupedulikan, enyah saja dari pikiranku dan duniaku kalau bisa. Diam-diam aku berkata aamiin.
    “Hey, Beb. Sendirian aja?” sapaku. Sebenarnya aku sudah gugup saat itu. Tapi melihat senyumnya yg lega kepadaku, perasaanku menjadi hangat.
    “Eh, Kamu udah ke kantin?” tanyanya. Rasanya matahari mulai menyinari dadaku lagi mendengar suaranya menyapaku.
    “Kalo aku belum ke kantin, aku ngga bisa beliin ini dong buat kamu” kataku dengan nada sedikit menggoda.
    “Itu siomay? kok kamu tau sih?”
    “Hahahaha, tebakanku doang kok. Ya kan kita sering ke kantin bareng. Masa aku ngga tau kamu pengen apa?” aku memberikan salah satu bungkusan itu ke beby. Beby terlihat sangat senang.
    Aku dan Beby bisa makan siomay berdua lagi seperti ini, ah, kalau saja Tuhan memberkahiku dengan kejadian yang sedang kualami sekarang ini bisa kunikmati setiap hari, pasti aku akan rajin beribadah. 
    “Kok kamu senyum-senyum sih?” pertanyaan Beby membuyarkan lamunanku.
    “Nggak kok…” Aku menoleh ke arahnya dan melihat mulut Beby yang belepotan saus kacang. Aku tidak bisa menahan tawaku. Tawaku lepas sudah. Beby yang sadar segera mengambil sapu tangannya dan mengelap mulutnya.
    “Ah, kamu jahat nih!” Beby cemberut, tapi aku tahu biar dia bisa tersenyum lagi. Aku goda saja.
    “Itu karena saus kacang yang manis itu iri sama senyum kamu yang manis. makanya jadi belepotan” kataku. Apa yang baru saja aku katakan? Aku harus berhenti menonton acara Gombal Gembel yang ering ada di TV. namun sepertinya itu mulai memperlihatkan efeknya.
    “Apa sih kamu?!” Beby tertawa dan mukanya memerah, dia mendorongku. Manis sekali. Aku hanya bisa tersenyum sampai bel masuk memanggilku kembali ke kelas.
    Aku kembali ke kelas. Saat aku tiba, aku menoleh dan melihat Beby berjalan keluar sekolah ditemani ibunya. Aku baru ingat, sekarang dia telah terpilih menjadi Duta Tari dari Bandung untuk pergi ke Jakarta. Beby memang menggemari dunia tari, dan kegemarannya telah membawanya ke luar kota. Aku terpaku memandangnya, namun saat ia melambaikan tangannya padaku, aku mencoba membalasnya dengan senyuman. Dia tersenyum kembali dan masuk ke dalam mobil yang sudah menunggunya di luar sekolah. Aku masuk ke dalam kelas dan belajar hingga jam pulang tiba.
    “Alhamdulillah pulang juga!” teriakku saat bel berbunyi.
    “Hei, kamu ngomong apa tadi?” Aku lupa masih ada guru di dalam kelas.
    “Ya-yah, kok udah pulang?” kataku sambil berlagak melemaskan badan. Teman-temanku tertawa dan guruku tersenyum. “Jangan lupa kerjakan PR kalian!”
    Aku berjalan keluar kelas dengan perasaan yang tenang, namun sepi. Tanpa ada Beby yang menyapaku untuk pulang. Aku menghela nafas.
    “…belum ada kabar dari si penculik, pak.”
    Langkahku terhenti saat mendengarkan pembicaraan yang terdengar dari ruang guru. Aku segera pergi ke ruang guru yang terletak dua ruangan dari kelasku. Aku menguping pembicaraan mereka. Karena rasanya bodoh kalau harus mendengarkannya terang-terangan.
    “Saat ini, kepolisian sedang berusaha mencari jejak si penculik.”
    “Tapi, apa tuntutan mereka?” suara itu, itu adalah suara pak Kepsek. Kedengarannya serius, pak Kepsek terdengar khawatir.
    Tiba2 telepon berdering di ruang guru. “Itu pasti mereka!” teriak seseorang. mungkin itu polisi.
    “Halo?”
    “Jadi…kalian sudah mendapat kabarnya?” terdengar suara seseorang yang tidak terdengar asing lagi. Aku biasa mendengarkan jenis-jenis suara ini di film. Dia pastilah si penculik.
    “Kenapa kalian menculik murid kami?!” teriak pak kepsek.
    “Wow wow wow, tenang saja pak. biarpun kalian bilang kami ini menculik, sebenarnya kami adalah gentlemen. Kami tidak akan menyakitinya. Asal…ya, kalian bisa memenuhi beberapa…syarat.” suara itu membuatku muak. tidak ada yang “gentlemen” dari apa yang dia katakan. Tipikal penculik.
    “Baiklah, apa yang kalian inginkan?”
    “Berikan kami akses ke dalam acara Tari Nasional yang akan dihadiri Presiden di Jakarta nanti. tentu kalian sebagai instansi pendidikan bisa mengajukan hal itu kan? dan…sedikit uang saku sebesar 30 juta rupiah. karena kami sedang berbaik hati.” Astaga, apa yang ingin dia lakukan dengan semua tuntutan itu?
    BRUUUM BRUUM!!
    “…jerah…lega..cijerah…tegal lega…”
    Itu terdengar seperti suara kondektur angkot. Aku mulai bisa menebak lokasi si penculik, dia ada di sekitar Terminal Angkot yang berada tak jauh dari sekolahku.
    “30 juta?!” Kepsek ku terlihat kaget. Polisi yang berada di sebelahnya melihat ke arah polisi lain yang terlihat sedang melacak posisi si penelepon.
    “Antarkan uangnya dan pernyataan kalau kami bisa masuk ke acara itu ke depan bangunan di seberang terminal Kebon Kalapa. dan…”
    “TOLONG!!”
    “Hei, gue bilang iket mulutnya, bego!”
    Jantungku berdetak cepat, seluruh darahku mendidih saat mendengar suara itu. Suara yang selalu bisa kudengar walaupun di tengah keramaian. itu suara Beby!
    
    Aku berlari dan  terus berlari. Mataku hanya menunjukkan amarah yang luar biasa. Kakiku sudah tidak lagi mengenal rasa lelah. Suara Beby yang terdengar lirih itu hanya membuat jantungku memompa darah lebih cepat. Aku tidak bisa memaafkan mereka. AKU BUNUH MEREKA! Orang yang telah menyakiti Beby tidak akan kubiarkan bernafas lagi!
    Aku tiba di terminal angkot yang aku duga adalah tempat persembunyian mereka. Aku mulai mencari-cari. Hiruk pikuk terminal membuyarkan konsentrasiku.
    “SIAL!! dimana mereka?”
    Aku mulai mendengar suara, dari arah trayek Cijerah-Tegal Lega.
    “Kata lo mereka bakal ngasih duitnya ngga?”
    “Hahaha, pastilah. Itu cewek juga cakep, pasti ngga bakalan rela buat dibiarin”
    Dua orang bertato yang sedang mengobrol itu memberiku petunjuk. Mereka pasti tidak jauh dari sini. Aku melihat ke sekeliling, ada bangunan yang tidak terurus lagi di dekat situ. Pasti itu tempatnya. Aku mengendap-endap memutari gedung itu. 
    Di dalamnya terlihat beberapa orang laki-laki. Kuhitung ada tujuh orang. Dan saat kulihat lagi, disanalah Beby dan ibunya. Diikat di kursi. Amarahku semakin menjadi-jadi.
    “Lu cakep juga ya, neng? pasti banyak yang mau jadi cowok lu ya? hahahaha!” itu terdengar seperti orang yang menelepon tadi. Beby hanya terdiam mendengarnya.
    “Eh, lu ga usah ngomong kayak gitu. Dia ngga penting, yang penting duitnya. Ya nggak?” Suara itu…
    Bangsat! Dia adalah pacar Beby! Dia yang sudah menjebak Beby!
    “Eh ngomong apa lu? Sayang juga nih cewek kalo dibiarin gini doang. hahaha” laki-laki yang tadi menelepon itu sekarang mencoba mengelus pipi Beby. Aku melihatnya dan saat tangannya mengenai kulit Beby, cukup sudah! Aku tak tahan lagi! Aku masuk dari jendela yang terbuka lalu melempar tasku ke arahnya.
    “Anjrit!” Aku berhasil mengenainya, namun kelihatannya tidak terlalu efektif. Aku kurang banyak membawa buku. Aku dan rasa malasku.
    “Siapa nih? Oh jagoan lu? Masuk darimana lu hah?!” Dia menghampiriku dan mengangkat kerahku. Aku hanya bisa meronta-ronta.
    “Loh, ini kan anak di sekolah gue. Yang sering jalan bareng nih cewek.” kata “pacar sialan” itu.
    “Oh, lu pengen nyelametin dia? Bisa apa sih lu?”
    Aku melihat ke arah Beby, dia ketakutan tapi aku bisa melihat perasaan leganya karena telah melihatku. Kekuatanku berkumpul. Banyak, semakin banyak.
    “Yang pasti yang lo semua ngga bisa!” Aku menendang badannya dan dia melepaskan pegangannya. dengan membabi buta, aku menyerangnya lagi dan mengeluarkan segala tenagaku. Aku berteriak, terus berteriak. Di pikiranku hanya ada Beby, Bebyku, yang butuh pertolongan. Pertolongan dariku.
    “Bocah kurang ajar!” 
    Dia mengeluarkan pisau, dia menyerangku, tapi amarah membutakan pancaindraku. Aku tertusuk pisaunya. Tajam sekali, pupilku mengecil dan seluruh tubuhku menjadi lemas.
    “Jangan main2 sama gua!” dia menendang perutku. aku tersungkur. Kulihat Beby yang ketakutan, tapi mengapa aku menjadi lemah? lemah di hadapannya? aku tak berdaya. Aku kumpulkan seluruh tenagaku. Aku ambil pisau yang bersarang di perutku dan kutikam tepat ke badannya. Aku berhasil melukainya. Tapi, si “pacar” itu menangkapku dan memegang badanku.
    “Lu ga bisa macem2 lagi kan? BOCAH SIALAN!” dia mematahkan kedua kakiku. Aku semakin lemas, rasa sakit mulai menguasai pikiranku. Aku terjatuh, dengan tenagaku yang tersisa, aku hanya bisa melihat melalui mataku.
    “Ini balasannya karena udah nusuk gue!” orang itu mengambil pisau dan hendak menikamku. Kemudian…
    DORR!
    “Angkat tangan!! Polisi!!” sepasukan polisi memasuki bangunan dan mulai menodongkan pistol ke arah para penculik. Orang yang hendak menikamku sudah pasti mati. Aku merasa lega, akhirnya aku bisa menutup mataku. Sesaat sebelum aku menutup mata, aku mendengar Beby meneriakkan namaku. Maaf Beby, aku sudah tidak kuat lagi, padahal aku ingin melihat senyummu. Senyum yang membuat hidupku yang hina ini menjadi berarti…
    Aku terbangun di sebuah ruangan, kelihatan seperti kamar. Kulihat sekeliling, banyak peralatan medis, dan ada jarum infus di tanganku, pasti ini rumah sakit. Aku melihat ibuku di sebelah kasurku.
    “ibu..?” suaraku sangat lirih.
    “Alhamdulillah, kamu sudah bangun! Kamu ngga apa2 kan?!” Ibuku terdengar begitu khawatir. Aku hanya tersenyum.
    “Untunglah, waktu kamu menghadapi penculik2 itu, untungnya ada kenek yg langsung laporan ke sekolah. Jadi polisi bisa langsung ke tempat kamu.”
    Aku langsung teringat tentang kejadian kemarin. Beby! Dimana dia sekarang? Apakah dia baik2 saja?!
    “Beby…mana?” tanyaku pada ibu. Ibu terdiam, aku menatap matanya. “Beby dimana?”
    “Dia ada di luar, dia nungguin kamu. Tapi kamu harus pakai kursi roda”
    “Aku ngga peduli, Bu…” kesungguhan hatiku untuk bertemu Beby mengalahkan semua kekhawatiranku.
    Aku dipapah untuk menaiki kursi roda. Ibu mendorongku keluar dari ruangan itu untuk bertemu dengan Beby. Disana sudah ada Beby dan ibunya, duduk di kursi dekat ruanganku. Beby menoleh ke arahku dan tersenyum sangat lebar. itu adalah senyum yang termanis dan terindah yg pernah kulihat. Ibu mendorongku menemui mereka. Saat kami sampai, seorang suster memanggil ibuku untuk mengurus sesuatu, Ibu pun meninggalkan ku bersama Beby dan ibunya.
    “Makasih ya, Nak. Kamu sudah menyelamatkan kami. Kamu ngga apa2 kan?” tanya ibunya Beby, terdengar khawatir.
    “Aku ngga apa-apa kok, Tante” aku tersenyum dan menjawabnya.
    “Alhamdulillah. tante cuman pengen ngucapin terima kasih sama kamu. Tante ngga akan lupa soal kemarin.” Aku kembali tersenyum. Aku melihat ke arah Beby. Senyumnya sudah menghilang, kenapa beb? apa yang terjadi? Ibunya memandang ke arah Beby dan berkata, “Tante duluan ya, Nak. Beby, kalau udah selesai…” Beby mengangguk dan tersenyum ke arah ibunya. Ibunya akhirnya pergi meninggalkan kami berdua.
    “Kamu nggak apa-apa kan Beb?” tanyaku. Beby melihatku dan mulai menangis. Dia kemudian memelukku.
    “Kamu kenapa harus jadi kayak gini? Aku khawatir tau! Aku bener2 takut!” Pelukannya semakin erat, aku merasakan kesedihan di tiap kata-katanya. Aku menahan diri untuk menangis. Aku harus tetap tegar. Aku segera mengusap air matanya. Aku tak tahan melihatnya menangis.
    “Ini karena aku ngga mau kehilangan kamu, Beb. Kamu itu spesial buatku. Aku nggak bisa maafin diriku kalau misalnya ada apa-apa sama kamu.” Aku mencoba menenangkannya. Beby kembali tersenyum.
    “Terima kasih ya, sebenarnya aku juga nggak mau kehilangan kamu. Aku takut waktu kamu ditusuk kemarin. aku takut kamu mati gara-gara aku.” Kata-kata yang keluar dari bibir Beby tak bisa aku percaya. Rasanya badan ini hendak melayang. Aku dan Beby terdiam.
    “Sebenarnya, ada yang mau aku bilang sama kamu…” kata Beby. Masa dia mau nembak aku? pikirku. Tapi kutahan diriku untuk memikirkannya lebih jauh.
    “Kenapa?”
    “Aku bakalan pindah.”
    Di saat itu, aku benar2 ingin melempar telingaku ke tempat sampah. Telinga ini sudah rusak, masa aku mendengar Beby mau pindah?
    “Kamu mau pindah? , Ah pasti kamu cuma bercanda kan beb ? Iya kan ?”
           “Enggak , aku serius , aku mau pindah…”Jawab beby sedih. 
    Aku tak percaya, gadis yang selama ini kupuja akhirnya benar2 akan pergi meninggalkanku . Dan aku tak tahu apakah aku bisa melihatnya lagi atau tidak.
    “Tapi kita masih bisa ketemu kan?” Aku bertanya penuh harap.
    Beby mengangguk sambil mencoba tersenyum. “Aku bakalan pindah ke Jakarta , kamu tau kan lomba tari yang aku ikuti kemarin ? Aku kepilih untuk jadi wakil dari Indonesia , karena aku mesti latihan di Jakarta . Jadi… mau gak mau aku harus pindah kesana.”
    Astaga, hatiku yang rapuh ini mulai hancur berkeping-keping. Jakarta? Sejauh itu? , Mungkin kalau kondisiku baik baik saja , aku bisa kesana kapanpun aku mau , Jakarta - Bandung tidak begitu jauh tapi dengan kondisiku yang seperti ini ? Ah…. lupakan saja. Ujian apa lagi ini , kali ini perasaanku diuji lagi oleh jarak? Apa maksudmu, Tuhan? Apakah kau tidak mendengarkan doa-doaku untuknya?
    “semoga kita bisa ketemu lagi….” Beby mencium pipiku. “Selamat tinggal, makasih ya buat selama ini.”
    Beby berlari keluar rumah sakit, sesaat aku melihatnya menangis kembali. Air matanya menetes, meninggalkan kepedihan yang teramat sangat bagiku. Aku tidak bisa menerimanya! Tidak bisa!! Dengan sekuat tenaga, aku mendorong kursi rodaku keluar. Di luar hujan turun dengan derasnya. Aku melihat ke kanan, Beby sedang masuk ke dalam mobil.
    “Beby!”
    Teriakanku dikalahkan oleh derasnya bunyi hujan yang turun. Aku ingin berlari mengejarnya. Kursi roda ini sama sekali tidak membantuku. Kumohon kakiku, bergeraklah! tapi mereka hanya diam tak berdaya. Akhirnya kupaksa badanku untuk bergerak. “Beby!!” aku berteriak kembali. Tapi kembali tidak terdengar. Sesaat kemudian, aku tersungkur kembali. Tak ingin kehilangan dirinya, aku mulai merangkak. Aku tak mau kehilangan dirinya lagi, Tuhan…
    “Beby! Beby!! BEBY!!!” Suaraku teriakanku memecahkan derasnya hujan yang mengguyur kota Bandung hari ini.
    Air menetes di pipiku. Aku tak tahu apakah itu hujan, ataukah airmata. Aku tak peduli. Aku terus berteriak, terus berteriak, hingga suaraku habis. Aku tidak kuat lagi, aku tidak berdaya. Aku merasakan lukaku terbuka lagi. Rasa sakit itu datang lagi. Bersamaan dengan rasa sakit di dada yang timbul dengan sendirinya. Orang-orang mulai mencoba menolongku, dokter, suster, bahkan ibuku. namun, aku tidak tahan lagi. Suara mereka mulai tak terdengar jelas. Aku tak kuat lagi, bahkan untuk melihat. Kututup mataku, berharap kalau semua ini hanya mimpi buruk.
    Aku terbangun, di sebuah taman bunga. Aku bangkit, dan aku melihat Beby di sampingku. Senyumnya kembali menghias wajahnya. Aku membalas senyumannya. Dia mengajakku bangun, dan meraih tanganku. Aku genggam erat tangannya. Kami berjalan melewati taman bunga itu. Sepi, tenang, dan hening. Seakan-akan ini bukanlah duniaku. Ah, tapi selama ada Beby di sampingku. Itu sudah cukup dekat. Bukan. Beby memang adalah duniaku. Dan aku akan terus mengejar cintanya. Sampai kapanpun.


TAMAT

Jumat, 19 Juli 2013

Karakter di komik gw :D

hari ini nih gw post karakter gw

Nama : Larc D. Core
Nama panggilan : Kosuke Si Bocah Petir
umur : 20 tahun
Tinggi Badan : 195 cm
Rambut : emo warna hitam
Mata : Hitam
Buah Setan : Kuro Kuro No Mi (Paramecia),Ray Ray No Mi (Logia), Roku Roku No Mi (Zoan Mystic) bentuk nya naga kekuatan nya bisa menghancurkan dan memperbaiki kekuatan penghancurnya malah lebih kuat dari Gura Gura No Mi (paramecia)
Harga Buruan : 900jt Berry
Kekuatan : Tangan Kosong, Ahli Pedang, Ray Buster,RayStrom,MaximumRayPunch,Haki tingkat Tinggi,kekuatan dari kuro" no mi

Jumat, 05 Juli 2013

Cinta

yoyo kali ini gw post tentang cinta antara kosuke dan bonney

awal mulanya kosuke menyelamatkan bonney dan kelompoknya yang di tangkap oleh komplotan bajak laut Kurohige (Marshall D. Teach)

Kosuke : Heii Orang aneh lepas kan mereka
Kurohige : ohh ada seorang buronan lagi
bawahan : kapten dia si bocah petir
Kurohige : buronan yang harganya 850 juta itu ?
Bawahan : iya kaptan, dia bukan orang sembarangan dia dapat menjatuhkan doflamingo dengan mudah
Kurohige : doflamingo katamu ?
Bawahan : bahkan dia diatas akagami(shanks)
Kurohige : (menelan luda nya)
Kosuke : heii apa kau tidak dengar ? kau mau berurusan dengan ku ?(sambil mengeluarkan petirnya)
Bawahan : kapten bagaimana ini ?
Kurohige : ahahaha..... kau fikir aku takut he bocah kekuatan mu itu masih di bawah ku,,ahahaha
Kosuke : kau meremehkan ku ? bahkan melawanmu aku tak perlu mengeluarkan pedang ku
 setelah itu pertarungan di mulai Kosuke sendiri melawan komplotan bajak lau Kurohige

lanjutin besok dah :3

gak usah ngomen gw yang ngarang :v

Lightning Kid Pirate

kali ini gw mau post cerita yg gw adaptasi dari onepiece

Suatu hari ada 2 anak dari gunung olimpya yg memakan buah setan jenis Kuro Kuro No Mi dan yg 1 lagi memakan buah Ju Ju No Mi (gak usah komen gw yg ngarang :p) kedua buah itu adalah tipe logia dan tipe zoan mystic yaitu Kuro Kuro No Mi adalah manusia yg bisa terbang dan bisa bertahan lama di air kehebatanya adalah kecepatan,kekuatan dan kepintaran penggunannya meningkat 1000% dan kelebihan buah ini bisa berenang buah ini mungkin yg paling sempurna dari buah tipe zoan lainya  dan buah tip Suna Suna No Mi adalah seperti minotaurus yaitu setengah manusia setengah banteng tapi disini wajahnya berbentuk singa dan memiliki tanduk dan kelebihanya dia memiliki elemen angin bila tangan sang pengguna di hempaskan maka kekuatanya hampir seperti buah Gura - Gura No Mi dan buah ini menyerupai tipe logia.
dan akhirnya mereka jatuh dari gunung itu
kakak adik ini di masa depan berbeda sang kakak jadi admiral dan sang adik jadi bajak laut terkuat mengantikan Shirohige

kita mulai dari adiknya sang adik jatuh dan di temukan orang dari arabasta dan di bawah oleh orang itu, setelah itu orang itu bertanya "hei nak siapa nama mu ?" dan si adik ini menjawab "aku tidak tau siapa nama ku dan ini dimana ?" orang itu pun akhirnya memberikan nama Kosuke kepadanya

dan sang kakak di temukan oleh seorang admiral yg Bernama Raikaze dan sang admiral ini langsung mengadopsi sang kakak ini bernama Kyotaro

setelah 15 tahun kemudian mereka bertemu dalam pertempuran di laut grandline.












kiri adalah gambar  Kosuke Atau Larc D. Core dan di kanan adalah Admiral Kyotaro atau Larc D. Cospa
memang gambar di kiri gw ambil dari karakter di Basara yaitu Date Masamune dan kyotaro masih rahasia dulu :D ntar deh gw gambar mereka berdua :D


Minggu, 03 Februari 2013

Hari Apes

yo yo hari ini gw ngerepost tentang kesialan gw kawan

tadi sih mau ke sepanjang nyari stick drum buat
pas di tenggah jalan ehh mogok motor nya -_-
hadeh
apesnya hari ini
kemarin juga masuk sekolah ehh ternyata libur -_-
ohh iya tadi gw liat cewe idaman gw di tarik" sama anak kecil
nakalnya anak itu -_-
kapan ya gw bisa ketemu i wish i will meet you
some day >.<

dikit banget yak gw post :3

sekian dari blog saya terimakasih

Senin, 14 Januari 2013

MIRIS

dan gua juga lagi seneng banget karena pada tanggal 16 mei kemarin, gua baru jadian. ahahahha. yeey! semoga dengan jadiannya gua sama orang ini, bisa awet dan bisa membuat gua semakin dewasa. amin. langgen ya kita, car. :)

aaaaaaa  :3

hati gw terasa teriris liat post dari blog sebelah :3

tapi udah putus kan dia :3

baru kali ini gw ngepost dengan rasa sedih ingin menangis rasanya T_T

keep smile dah :')

ohh ya ...
dan ada cerita sedih lagi :3
kemarin kan gw rapotan nih tapi gw kaga dapet rapot ngenes bener hidup gw yak T_T


Keep Smile,Keep Calm and see you guys

sorry kalau kaga nyambung :3